Tetanus

Dari Ensiklopedia Penyakit

Apa yang Dimaksud Dengan Penyakit Tetanus ?

Tetanus adalah penyakit infeksi serius yang menyerang susunan saraf dan ditandai kontraksi otot yang hebat (kejang). Penyakit ini biasanya terjadi akibat luka tusuk dalam oleh benda yang tercemar debu, pupuk, tanah dan kotoran hewan atau manusia. Apa Penyebab Penyakit Tetanus ?

Penyebabnya ialah kuman Clostridium tetani, sejenis kuman yang hanya dapat tumbuh kembang pada situasi lingkungan yang kurang oksigen (anaerob). Bagaimana Proses Terjadinya Penyakit Tetanus ?

Kuman tetanus yang terbawa ke dalam jaringan tubuh akibat luka dalam dan kotor, akan tumbuh kembang dengan baik dan menghasilkan racun yang disebut tetanospasmin. Melalui peredaran darah racun ini akan berikatan dengan jaringan sususnan saraf dan memblokir fungsi sinyal untuk pelemasan/relaksasi otot, akibatnya terjadi gangguan keseimbangan fungsi otot dimana terjadi dominasi kontraksi otot yang berlebihan (kejang), berulang dan berlangsung lama, tanpa diselingi saat relaksasi. Apakah Gejala Penyakit Tetanus ?

Masa tunas antara luka sampai terjadi gejala, umumnya berlangsung sekitar 8 hari (5 – 21 hari), di awali dengan kaku pada rahang sehingga mulut menjadi terkunci (lockjaw) kemudian diikuti dengan :

   Kekakuan otot di :
       wajah
       leher
       dada
       perut
       punggung sampai tulang punggung melengkung (epistotonus)
       tangan dan tungkai
   Sulit menelan
   Demam
   Keringat berlebihan
   Tekanan darah tinggi
   Detak jantung cepat
   Gangguan membuang air besar dan air kecil

Apa yang Dimaksud Dengan Tetanus Neonatorum ?

Tetanus neonatorum adalah tetanus yang menyerang bayi baru lahir (neonatus). Penyakit ini umumnya terjadi akibat perawatan tali pusat yang kurang higenis sehingga tercemar oleh kuman tetanus, dan ditandai oleh rewel, kaku otot, sukar makan/minum dan kematian. Apakah Komplikasi Penyakit Tetanus ?

Tetanus yang parah dapat menimbulkan komplikasi berupa :

   Robekan otot
   Patah tulang belakang
   Kegagalan pernafasan sampai kematian akibat kejang otot pernafasan
   Pada bayi akan terjadi kerusakan otak yang serius

Bagaimana Mendiagnosis Penyakit Tetanus ?

Hingga saat ini belum ada tes laboratorium khusus untuk memastikan seseorang menderita tetanus, sehingga dokter hanya mengandalkan adanya riwayat luka dan gejala khas yang ditemukan.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendukung diagnosis ialah tes spatula yaitu menyentuh dinding tenggorokan dengan spatula (semacam sendok), respons penderita tetanus ialah menggigit spatula dan menutup mulut sedangkan orang normal akan memberi reaksi mual. Bagaimana Pengelolaan Penyakit Tetanus ?

Belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tetanus. Pengelolaan yang dilakukan bertujuan untuk menghilangkan sumber toksin (melalui perawatan luka), supportif, menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi sampai efek tetanospasmin menghilang, antara lain :

   Pasien dirawat di ruangan yang agak redup dan tenang
   Pemberian anti toksin tetanus (tetanus immunoglobulin) untuk menetralkan sisa toksin yang beredar
   Pemberian antibiotik
   Pemberian obat anti kejang otot (sedatif)
   Pemberian obat untuk hilangkan nyeri

Pada kasus berat, penderita perlu dirawat di ICU dengan :

   Trakeostomi dan pemasangan ventilator untuk membantu pernafasan
   Pemberian makanan/minuman lewat selang perut

Bagaimana Mencegah Terjadinya Penyakit Tetanus ?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini ialah :

   Perawatan luka yang higienis
   Pemberian vaksin antitetanus (tetanus toksoid), baik imunisasi dasar pada bayi dan anak maupun vaksinasi berulang tiap 10 tahun atau pada saat terjadi luka yang serius.

Bagaimana Prognosis Penyakit Tetanus ?

Tanpa pengelolaan yang dini dan adekuat, angka kematian tetanus mencapai 25 -35 %, penyebab utama kematian ialah kegagalan pernafasan, dengan pengelolaan yang baik angka kematian ialah sekitar 10%. Angka kematian tetanus neonatorum yang telah mendapat pengelolaan tetap tinggi sekitar 60-80 %.