Hipertensi

Dari Ensiklopedia Penyakit

Penyakit hipertensi merupakan sebuah keadaan dimana tekanan darah menjadi tinggi. Cairan darah menekan arteri dengan kuat hingga akhirnya menyebabkan masalah kesehatan. Tekanan darah merupakan jumlah banyaknya darah yang dipompa menuju jantung dan jumlah darah yang melakukan resistensi terhadap aliran darah yang menuju arteri.

Jika semakin banyak darah yang menuju arteri maka arteri akan menyempit sehingga tekanan darah meningkat. Tekanan darah tinggi atau hipertensi kadang tidak dirasakan. Karena bisa saja selama bertahun tahun tak menimbulkan gejala. Tekanan darah yang tidak dikontrol akan menyebabkan penyakit serius semacam jantung dan stroke. Penyebab Penyakit Hipertensi dan Pengobatannya


Penderita hipertensi tidak memiliki gejala yang nampak walaupun tekanan darahnya sudah tinggi yang bisa membahayakan kesehatan. Beberapa penderita mengalami sakit kepala yang parah dan bahkan bisa hingga mimisan.

Gejala seperti ini juga tak akan muncul hingga level hipertensinya sangat tinggi dan membahayakan nyawa. Secara umum gejala hipertensi tidak terlihat. Penderita akan nampak baik baik saja. Akan tetapi pada umumnya gejala awal hipertensi adalah sakit kepala, pendarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan mudah merasa kelelahan.

Hipertensi dibagi menjadi dua yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer biasanya terjadi pada orang dewasa. Hal ini tidak terdapat penyebab dan identifikasi yang signifikan. Hipertensi primer cenderung berkembang dan bertahap selama bertahun tahun. tipe hipertensi ini sering disebut dengan hipertensi esensial.

Kedua adalah hipertensi sekunder. Hipertensi ini disebabkan adanya kondisi atau gangguan yang menyebabkan tekanan menjadi tinggi. Tekanan darah tinggi secara tiba tiba sehingga kadang kadang tekanan darahnya lebih tinggi dari hipertensi primer. Biasanya hal ini muncul akibat pengobatan ataupun kondisi seperti tumor adrenal gland, menggunakan obat-obatan tertentu semacam obat KB, flu, batuk dan lain lain. Menggunakan obat- obatan ilegal seperti kokain dan kelainan pembuluh darah sejak lahir.

Penyakit hipertensi dan pengobatannya meliputi beberapa langkah. Pertama, adalah pemberian obat hipertensi. Biasanya menggunakan diuretika, Ca antagonis, ACE inhibitor, beta blocker. Kedua, dengan menggunakan obat alternatif yang diberikan dalam langkah satu hanya saja dosisnya ditambah dengan tambahan obat jenis kedua yaitu clonidin, vasodilator dan reserphin. Selanjutnya adalah penderita melakukan terapi yang dipantau oleh dokter. Obat-obatan tersebut juga harus terus dipantau dan teratur penggunanya.

Selain menggunakan obat-obatan medis terapi pada penderita hipertensi juga bisa menggunakan obat-obatan herbal. Biasanya tekanan darah tinggi disertai dengan berbagai macam penyakit bawaannya.

Seperti diabetes melitus, asam urat, rematik, jantung dan kolesterol. Jika penderita memiliki penyakit bawaan hipertensi makan obat herbal atau ramuan tradisional yang diberikan juga akan berbeda. Penyebab penyakit hipertensi ini juga disebabkan oleh alasan penyebab hipertensi yang juga berbeda beda.

Penyakit hipertensi yang sudah kombinasi bisa diterapi dengan menggunakan ramuan herbal dari salah satu diantara kombinasi sambiloto, sambung nyawa, komfrey, daun pegagan, daun dewa dan buah mahkota dewa, bawang putih, mimba serta selederi. Jika penderita mengalami diabetes, bisa menggunakan sambiloto, komfrey, tempuyung, gandarusa, brotowali, dan mahkota dewa.

Jika mengidap asam urat atau rematik bisa menggunakan tempuyung, sambiloto, gandarusa, sidaguri, brotowali dan mahkota dewa. Jika mengidap penyakit kolesterol sebaiknya menggunakan sambung nyawa atau mahkota dewa. Jika menderita ginjal maka menggunakan tapak liman, menikan, dan tempuyung. Jika penderita memiliki penyakit jantung maka menggunakan daun pegagan, sambiloto, mahkota dewa atau sembu. Bahan-bahan herbal itu bisa dipilih salah satu untuk dikonsumsi tiap hari.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2007 menunjukkan penderita hipertensi Indonesia mencapai 31,7%. Dari semua penderita hipertensi di Indonesia, hanya 25% saja yang terdiagnosis. Ini berarti 3 dari 4 orang yang mengidap tekanan darah tinggi, tidak tahu bahwa mereka mempunyai kondisi tersebut. Lebih bahayanya lagi, kurang dari 1% pengidap hipertensi mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darahnya. Hal ini membuat hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Jika dibiarkan saja, tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit lain seperti serangan jantung atau stroke. Gejala pada hipertensi baru akan muncul jika tekanan darah sangat tinggi. Risiko Mengidap Hipertensi

Penyebab hipertensi masih belum bisa dipastikan pada lebih dari 90% kasus, Ketika usia bertambah, kemungkinan menderita tekanan darah tinggi akan semakin meningkat. Tidak diketahui dengan jelas, tapi risiko Anda akan meningkat jika Anda:

   Berusia di atas 65 tahun
   Makan banyak garam
   Kelebihan berat badan
   Memiliki keluarga dengan tekanan darah tinggi
   Kurang makan buah dan sayuran
   Kurang berolahraga
   Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein)
   Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras

Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dengan gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosisnya pada tahap awal. Semakin awal diagnosis hipertensi diketahui, semakin besar pula kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat normal dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tanpa perlu mengonsumsi obat. Mengukur tekanan darah

Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri (pembuluh darah besar) ketika dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung Anda. Hal ini yang akan membuat pengidap hipertensi mengalami serangan jantung, stroke atau penyakit ginjal.

Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan:

   Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar
   Tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung mengambil jeda sesaat I antara 2 detak jantung

Tekanan darah yang normal berada di bawah 130/80. Jika tekanan darah Anda adalah 145 per 95 atau 145/95mmHG, berarti tekanan sistolik Anda 145mmHg dan tekanan diastolik Anda 95mmHg. Anda diberi tahu memiliki tekanan darah tinggi (secara medis dikenal sebagai hipertensi) jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan tekanan darah Anda tetap mencapai 145/95mmHg atau lebih tinggi. Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi

Jika tekanan darah Anda tinggi, maka awasilah dengan ketat sampai bisa turun dan dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup, hal ini termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah tekanan darah tinggi:

   Mengonsumsi makanan sehat
   Mengurangi konsumsi garam dan kafein
   Berhenti merokok
   Berolahraga secara teratur
   Menurunkan berat badan, jika diperlukan
   Mengurangi konsumsi minuman keras

Tidak pernah terlalu awal untuk mulai mencegah hipertensi sebab pencegahan akan selalu lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi penyakit lainnya.


Banyak orang mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi tanpa menyadarinya karena penyakit ini tidak memiliki gejala yang jelas. Orang dewasa harus memeriksakan tekanan darah setidaknya sekali dalam lima tahun. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda menderita tekanan darah tinggi adalah dengan mengukur tekanan darah.

Dalam beberapa kasus yang langka, saat seseorang memiliki tekanan darah yang sangat tinggi, dia bisa mengalami gejala seperti:

   Sesak napas
   Sakit Kepala berkepanjangan
   Mimisan
   Pandangan kabur atau penglihatan ganda

Kunjungi dokter secepatnya jika Anda mengalami gejala-gejala di atas karena tekanan darah tinggi yang tidak diatasi bisa mengarah kepada penyakit serius, seperti stroke dan penyakit jantung. Hipertensi Saat Hamil

Sangat penting untuk mengukur tekanan darah Anda secara teratur jika Anda sedang hamil, meski hasil tekanan darah tidak pernah tinggi. Dengan mewaspadai dan memeriksakan tekanan darah secara teratur, ibu hamil dapat mengurangi risiko hipertensi yang terjadi akibat kondisi hamil.

Jika tidak diperiksakan, Anda dapat mengalami kondisi serius yang dikenal sebagai pre-eclampsia, yaitu kondisi saat Anda memiliki gangguan pada plasenta (organ yang menghubungkan peredaran darah bayi kepada sang ibu).

Daftar Penyakit Terlengkap

Penyakit Menular Penyakit Tidak Menular
Penyakit Psikologis Daftar Penyakit Lengkap
Penyakit Karena Virus Penyakit Karena Bakteri