Hepatitis C

Dari Ensiklopedia Penyakit

Anda pasti tahu ada banyak jenis penyakit hepatitis, salah satunya ialah penyakit hepatitis C. Sama dengan penyakit hepatitis lainnya, hepatitis C memiliki efek yang membahayakan jika tidak segera ditangani. Penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis C ini akan menyerang langsung organ hati sehingga dalam jangka yang lama akan mengganggu fungsi hati secara signifikan.

Seringkali, penyakit ini tidak memberikan tanda atau gejala, namun Anda mesti berhati-hati karena dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan sirosis atau kanker hati yang dapat menyebabkan kematian.

Beberapa penyebab penyebaran penyakit ini tak berbeda jauh dengan jenis hepatitis lainnya yakni penggunaan obat-obatan terlarang (narkoba) yang disuntik terutama, kontak darah, transfusi darah dan juga perawatan medis yang tidak steril.

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 170-an juta orang di dunia menderita penyakit hepatitis C ini. Karena tipe penyakit ini tidak memberikan gejala/tanda, sebaiknya Anda waspada terhadap serangannya karena jika sudah mencapai stadium lanjut maka akan menyebabkan kematian.

Adapun penyakit ini mulai mendapatkan perhatian serius dari kalangan ilmuwan sejak tahun 1970-an. Sedangkan keberadaan virusnya baru diketahui pada tahun 1989.

Yang cukup mengerikan adalah fakta bahwa tidak ada vaksin khusus untuk menangkal serangan virus hepatitis C ini. Meski begitu, ribavirin dan peginterferon biasanya digunakan untuk mengobati pasien yang terkena virus hepatitis C. Jika menggunakan kedua jenis obat tersebut, mayoritas (sekitar 80%) penderita hepatitis C dapat sembuh.

Tanda dan Gejala Hepatitis C

Apa saja gejala dan tanda-tanda pasien yang terkena serangan virus ini? Seperti yang telah diulas di atas, gejala pasien yang terkena serangan virus ini seringkali tidak kentara terlihat seperti letih, kehilangan nafsu makan, nyeri pada otot atau sendi, dan mengalami penurunan berat badan secara signifikan.

Biasanya, infeksi virus ini lebih banyak menyerang pada perempuan usia muda dibandingkan dengan kelompok usia yang lainnya. Apakah sekarang Anda sedang mengalami tanda-tanda tersebut?

Infeksi Kronis Hepatitis C

Virus hepatitis C dapat menyebabkan infeksi kronis, terutama jika penderitanya sudah terinfeksi selama puluhan tahun. Memang, tahun-tahun pertama, penderita bisa jadi tidak menunjukkan gejala yang berarti.

Namun, jika sudah kronis dan umur infeksi virus telah mencapai bertahun-tahun lamanya, si penderita akan mengalami sirosis atau kanker hati. Biasanya yang menjadi faktor penyebab penularan virus ini berbeda di tiap-tiap negara.

Di negara maju, penyebab penularannya ialah karena penggunaan narkotika suntik. Sedangkan di negara-negara berkembang, lebih banyak disebabkan oleh transfusi darah atau penggunaan standar prosedur medis yang tidak aman.

Penyebab penularan virus hepatitis C belum diketahui pada sebanyak 20% kasus. Namun, mayoritas diantaranya disebabkan oleh penggunaan narkoba suntik.

Makanya, bagi Anda yang merasa pecandu harus berhati-hati supaya sebisa mungkin mulai menghentikan penggunaan obat-obatan terlarang, terutama yang disuntik.

Catatan terakhir, karena jenis penyakit ini tidak memberikan tanda-tanda yang signifikan maka sebaiknya Anda melakukan upaya pencegahan alias upaya preventif supaya tidak terinfeksi virus hepatitis C.

Caranya yakni dengan rutin memeriksakan kondisi kesehatan tubuh (general check-up) ke dokter dengan dibarengi meminimalisir melakukan hal-hal yang menjadi penyebab utama kemungkinan terinfeksi oleh virus ini.



Hepatitis C Tersembunyi dan Berbahaya

Mengurai racun di tubuh. Itulah fungsi hati, yang sangat penting bagi tubuh. Kerusakan apa yang mungkin terjadi, jika organ ini terinfeksi virus Hepatitis C? Hepatitis C

Maria dan Heinrich menderita Hepatitis C. Mereka punya pengalaman buruk akibat penyakit yang mereka derita. Bukan karena sakitnya saja, melainkan karena penolakan orang lain yang takut tertular, misalnya lewat jabatan tangan, atau lewat ludah. Tetapi orang tidak semudah itu tertular virus Hepatitis C, walaupun bagi jenis Hepatitis ini belum ada vaksin, seperti halnya bagi Hepatitis A dan B.

Virus Datang Lewat Darah Berbeda dengan organ lainnya, hati punya kemampuan untuk lebih mudah sembuh jika kesehatannya terganggu. Namun demikian infeksi kronis tidak menghilang begitu saja tanpa bekas. Kasus terburuk adalah sirosis hati, di mana sel hati rusak dan organ yang penting itu tidak bisa melaksanakan tugasnya lagi. Racun di tubuh tidak bisa diurai lagi. Sebaliknya, racun akan terbawa darah dan tersebar ke seluruh tubuh. Bahan makanan juga tidak bisa diolah dengan baik. Akhirnya organ itu rusak sepenuhnya, dan hanya bisa diperbaiki dengan transplantasi.

Virus yang bisa mematikan ini ditularkan lewat luka terbuka yang berdarah dari orang ke orang, atau juga lewat transfusi darah. Virus Hepatitis C baru mulai dikenal 1988. "Sebelumnya, ketika orang belum bisa menguji darah dan simpanan darah atas kemungkinan infeksi virus Hepatitis C, transfusi darah menjadi jalan penularan paling penting," demikian dijelaskan Jan Leidel, ketua komisi vaksinasi (STIKO) di Berlin.

  • [Dengue]
  • 5 Virus Paling Berbahaya
  • Dengue

Demam berdarah dengue DBD disebabkan oleh virus dengue. Ada beberapa jenis nyamuk yang menularkan virus tersebut. Demam dengue dapat membahayakan nyawa penderita. Antara lain lewat pendarahan, kebocoran pembuluh darah dan tekanan darah rendah. Dua milyar orang tinggal di kawasan yang terancam oleh demam dengue, termasuk di Indonesia.


Hepatitis C adalah penyakit yang harus dilaporkan. Dokter yang merawat pasien harus melapor kepada badan kesehatan, jika dugaan timbul, juga jika pasien memang menderita Hepatitis C, dan jika pasien meninggal. "Juga laboratorium yang mengadakan penyelidikan darah, harus melapor jika infeksi Hepatitis C ditemukan, kalau pasien belum tercatat."

Gejala Jelas Tidak Ada

Tahun 2010 organisasi kesehatan dunia, WHO sudah menetapkan Hepatitis C sebagai "masalah kesehatan yang harus diperhatikan di dunia," dan menempatkannya sejajar dengan HIV, Tuberkulose dan Malaria. Menurut perkiraan, di seluruh dunia sekitar 150 juta orang menderita Hepatitis C, sekitar 400.000 dan 500.000 di antaranya hidup di Jerman.

Mereka yang tertular sering mengeluh lelah dan tidak bertenaga. Kadang juga karena sakit di sendi-sendi. Jadi gejala-gejalanya tidak spesifik dan bisa diakibatkan bermacam penyakit. Tidak ada peringatan yang jelas, dan pasien tidak kesakitan, karena organ hati rusak tanpa menyebabkan rasa sakit. Sehingga banyak orang kaget jika mendengar diagnosa itu, karena Hepatitis C biasanya ditemukan kebetulan. Misalnya pada Maria. Ia tertular lewat parasit yang berada di lambung dan usus dua belas jari.

Di samping transfusi darah, peralatan operasi yang tidak steril juga menjadi penyebab infeksi. Itu sudah berubah, jelas Leidel. "Sekarang penggunaan suntikan untuk obat terlarang oleh lebih dari satu orang jadi penyebab utama. Yang juga mungkin jadi penyebab adalah penularan lewat hubungan seksual antar pria

Mengobati Hati Yang Rusak

Pakar penyakit hati Stephan vom Dahl mengatakan, "Hati tidak sakit. Hati yang beratnya satu setengah sampai dua kilogram punya jaringan lima kali lipat lebih banyak dari yang diperlukan. Jadi, fungsi hati baru berkurang, jika 60%-70% bagiannya rusak. Semakin cepat Hepatitis C diobati, kesempatannya semakin besar, bahwa penyakit ini tidak jadi kronis, dijelaskan Dahl. "Jika Hepatitis sudah menyebabkan kerusakan hati, pengobatan masih harus tetap dijalankan, karena hati yang sudah rusak, kadang masih dapat kembali sembuh secara mengejutkan."

Pengobatan biasanya diadakan dengan kombinasi dua obat. Ribiverin, yang mencegah virus berkembang biak, dan Interferon yang berasal merupakan protein yang dihasilkan tubuh. Protein antara lain diproduksi darah putih, terutama jika tubuh harus melawan penyebab infeksi. Hepatitis C

Penanganan dengan Interferon

Interferon untuk terapi Hepatitis C diproduksi secara bioteknologis, dan disuntikkan ke tubuh pasien. Banyak pasien khawatir akan efek sampingannya. Ada pasien yang memutuskan untuk tidak menggunakannya, karena obat ini menyebabkan simtom influensa, seperti badan yang terasa sakit, sakit kepala serta demam menggigil.

Sejauh ini belum ada vaksitansi yang bisa melindungi orang dari infeksi Hepatitis C, dan dalam waktu singkat vaksinasi semacam itu belum akan ada. Tetapi pakar penyakit hati Stephan vom Dahl yakin, bahwa terapi semakin baik. Ia menjelaskan, "20 tahun lalu, dari sepuluh pasien hanya satu yang bisa disembuhkan. Sekarang dari sepuluh pasien, ada tujuh bisa disembuhkan. Dalam delapan tahun mendatang pasti sembilan dari sepuluh pasien."

Daftar Penyakit Terlengkap

Penyakit Menular Penyakit Tidak Menular
Penyakit Psikologis Daftar Penyakit Lengkap
Penyakit Karena Virus Penyakit Karena Bakteri